Pemberdayaan Perangkat Desa dalam Optimalisasi Struktur Pemerintahan Berbasis Studi Komparatif Sistem Desa Indonesia dan Kampung Tengah Negeri Perlis di Malaysia

  • Ipik Permana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Hendri Suwarsono Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Moh. Abidzar School of Business Management, University Utara Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia
Keywords: Pemerintahan Desa, Pemerintahan Kampung, Desentralisasi, Tata Kelola Lokal, Studi Komparatif

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis secara komparatif struktur dan kewenangan pemerintahan desa di Indonesia dengan sistem pemerintahan kampung di Negeri Perlis, Malaysia, serta merumuskan pembelajaran kebijakan yang relevan bagi penguatan tata kelola pemerintahan lokal. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif komparatif dengan metode observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta analisis dokumen regulasi dan kebijakan pemerintahan lokal di kedua negara. Lokasi Pengabdian meliputi tiga desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan tiga kampung di Negeri Perlis, Malaysia. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa kedua sistem memiliki kesamaan fungsi dasar sebagai penyelenggara pelayanan publik dan pengelola urusan masyarakat lokal, namun berbeda secara mendasar dalam desain kelembagaan dan distribusi kewenangan. Desa di Indonesia memiliki struktur pemerintahan yang relatif lebih kompleks dengan pembagian fungsi eksekutif dan representatif serta tingkat otonomi fiskal dan regulatif yang lebih luas. Sebaliknya, sistem kampung di Malaysia menunjukkan struktur kelembagaan yang lebih sederhana dengan tingkat koordinasi administratif yang lebih terintegrasi dengan pemerintah daerah. Perbedaan ini mencerminkan dua pendekatan kebijakan yang berbeda dalam menyeimbangkan otonomi lokal dan integrasi pemerintahan. Studi ini menghasilkan tiga pembelajaran utama, yaitu pentingnya penguatan partisipasi masyarakat yang terstruktur, peningkatan koordinasi antar tingkat pemerintahan, dan keseimbangan antara otonomi fiskal dengan akuntabilitas kelembagaan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar empiris bagi pengembangan kebijakan pemerintahan desa yang lebih responsif, transparan, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ab Rahman, S. A., Che Zuki, F. N., Abdullah, A., Ibrahim, I., Asmawi, M. Z., & Razak, R. A. (2025). Navigating progress and preservation: Village leaders’ perspective on sustainability challenges among indigenous communities of Selangor, Malaysia. Journal of Umm Al-Qura University for Engineering and Architecture, 16, 869–878. https://doi.org/10.1007/s43995-025-00190-5

Aprilia, M., Riska, S. Y., Siregar, N. L., Ginting, P. T., & Rizkina, M. (2026). Analisis implementasi asas good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Indonesia. Global Research and Innovation Journal, 2(1), 280–285. https://journaledutech.com/index.php/great

Bevir, M. (2011). The SAGE handbook of governance. Sage Publications.

Cheema, G. S., & Rondinelli, D. A. (Eds.). (1983). Decentralization and development: Policy implementation in developing countries. Sage Publications.

Fadilah, L. N., & Wijayanto. (2025). Towards good governance in Indonesia: Implementation of good governance at the village level. Journal of Governance and Social Policy, 6(1), 147–163. https://doi.org/10.24815/gaspol.v6i1.45936

Falleti, T. G. (2010). Decentralization and subnational politics in Latin America. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511777805

Febrian, R. A., Nazir, Y., Azinuddin, M., Setiawan, P. R., & Fijar, H. (2025). PKM strategi kemitraan untuk pembangunan kampung berbasis collaborative governance di Kampung Wisata Lambo Sari Malaysia. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 6(2), 411–422. https://doi.org/10.33394/jpu.v6i2.15110

Government of Malaysia. (2026). Thirteenth Malaysia Plan 2026–2030. https://www.investmalaysia.gov.my/media/m3eamxey/thirteenth-malaysia-plan-2026-2030.pdf

Hall, P. A., & Taylor, R. C. R. (1996). Political science and the three new institutionalisms. Political Studies, 44(5), 936–957. https://doi.org/10.1111/j.1467-9248.1996.tb00343.x

Heady, F. (2001). Public administration: A comparative perspective (6th ed.). Marcel Dekker.

Jreisat, J. E. (2012). Globalism and comparative public administration. CRC Press. https://doi.org/10.1201/b13071

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Desa Nomor 13 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Desa. https://jdih.kemendesa.go.id/public/documents/d09de79c-b8fb-4951-b26d-ceb2bcec9f10Peraturan_Menteri_Desa_dan_Pembangunan_Daerah_Tertinggal_Nomor_13_Tahun_2025.pdf

North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511808677

Nurmalinda, M., & Firdaus, M. R. (2024). Open government melalui Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) pada Kantor Desa Kambitin Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. JAPB Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 7(2), 1800–1815. http://jurnal.stiatabalong.ac.id/index.php/JAPB

Parliament of Malaysia. (1976). Local Government Act 1976 (Act 171). https://www.ppj.gov.my/storage/7423/171---LOCAL-GOVERNMENT-ACT-1976.pdf

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN. https://pamongdesa.kemendagri.go.id/storage/regulationFile/17194500211.pdf

Pratiwi, S. W., Wilujeng, F. A., & Wicitra, J. S. (2025). Implementasi good governance dalam pelayanan publik di kantor desa penataran. Konstitusi Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 132–143. https://doi.org/10.62383/konstitusi.v2i4.1183

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Rondinelli, D. A. (1981). Government decentralization in comparative perspective: Theory and practice in developing countries. The World Bank. https://doi.org/10.1596/0-8213-0138-4

Samsudin, N. A., Misnan, S. H., Astuti, W., Mokhtar, S. N., & Rashid, M. F. (2020). An adaptation of the Malay kampongs or villages concept on modern housing schemes development in Malaysia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 447, 012026. https://doi.org/10.1088/1755-1315/447/1/012026

Stoker, G. (1998). Governance as theory: Five propositions. International Social Science Journal, 50(155), 17–28. https://doi.org/10.1111/1468-2451.00106

Wirawan, A., Raharjo, T., Ubed, R. S., & Yudanto, A. A. (2023). Legal construct of village-owned springs management as a village government asset. Planning Malaysia Journal of the Malaysian Institute of Planners, 21(3), 320–333.

Published
2026-06-12
How to Cite
Permana, I., Suwarsono, H., & Abidzar, M. (2026). Pemberdayaan Perangkat Desa dalam Optimalisasi Struktur Pemerintahan Berbasis Studi Komparatif Sistem Desa Indonesia dan Kampung Tengah Negeri Perlis di Malaysia. Abdimas Awang Long, 9(2), 221-237. https://doi.org/10.56301/awal.v9i2.2109