Penguatan Rantai Nilai Industri Hasil Tembakau melalui Place Branding: Pendampingan Berbasis Komunitas Kabupaten Ngawi

  • Mohammad Amiruddin Al-Farisi Universitas Negeri Surabaya
  • Yessy Artanti Universitas Negeri Surabaya
  • Farij Ibadil Maula Universitas Negeri Surabaya
  • Yunika Nur Prasetyaningtyas Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Ngawi, Indonesia
Keywords: Place branding, Industri Hasil Tembakau, rantai nilai

Abstract

Industri Hasil Tembakau (IHT) di Kabupaten Ngawi menunjukkan kondisi yang paradoksal. Pada sektor hulu, produksi tembakau mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh bertambahnya luas areal tanam dari 1.401 hektare pada tahun 2022 menjadi 1.672 hektare pada tahun 2024. Namun, perkembangan tersebut belum diikuti oleh penguatan sektor hilir. Sebaliknya, sektor hilir mengalami tekanan yang ditandai dengan penurunan investasi PMDN sebesar 93,92% serta berkurangnya jumlah pabrik rokok kecil. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan struktural dalam rantai nilai, di mana petani masih berperan sebagai pemasok bahan baku dengan posisi tawar lemah, sementara nilai tambah lebih banyak dinikmati di luar daerah.

Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah belum terbentuknya identitas kolektif dan strategi place branding yang kuat bagi tembakau Ngawi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun place branding berbasis komunitas di Kawasan Tembakaurejo, Desa Rejomulyo, sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas dan citra wilayah. Metode pelaksanaan mengintegrasikan pendekatan rantai nilai, pendekatan partisipatif, dan manajemen strategis pemasaran. Kegiatan dilaksanakan pada November–Desember 2025 di tujuh kecamatan sentra produksi tembakau, dengan melibatkan 30 peserta dari Gapoktan, IKM pengolahan tembakau, dan dinas terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi branding mendorong terbentuknya kesepakatan kolektif untuk menjadikan varietas unggul lokal Purwosoto dan tradisi budidaya sebagai inti narasi merek bersama. Analisis rantai nilai menunjukkan titik kritis pada aspek logistik keluar dan pemasaran, sedangkan pemetaan persaingan memperlihatkan bahwa IKM lokal masih terjebak dalam kompetisi harga akibat lemahnya identitas merek. Strategi branding dirumuskan melalui penguatan identitas produk, redesain kemasan sebagai silent salesman, dan optimalisasi komunikasi digital. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan brand awareness menjadi langkah strategis bagi IHT Ngawi untuk bertransformasi menuju produk bernilai tambah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aaker, David A. (1996). Managing Brand Equity Capitalizing on The Value of A Brand Name. New York: The Free Press.

Fajarianto, O., Prasetyo, A. R., Kusuma, F. I., Aulia, F., Hidayatulloh, M. R., Arianesya, N., & Hana, S. (2025). Pelatihan Desain Membuat Logo dan Video Promosi Kopi Lapas di Lapas Kelas 1 Malang. Abdimas Awang Long, 8(1), 128-136. https://doi.org/10.56301/awal.v8i1.1483

Farida Nurfalah, Otto Fajarianto, & Rifka Noviani Santika. (2023). Pelatihan Komunikasi Pemasaran E-Commerce Melalui Aplikasi Layanan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Kota Cirebon. Abdimas Awang Long, 6(1), 14-20. https://doi.org/10.56301/awal.v6i1.661

Gün, S. (2024). Collaborative Approaches to Destination Branding Crafting a Unique Identity Through Stakeholder Engagement. In Integrating Architecture and Design into Sustainable Tourism Development.

Kotler, Philip., & Keller, Kevin L. (2013). Manajemen Pemasaran, Jilid Kedua. Jakarta: Erlangga.

Lopes, C., Leitão, J., & Rengifo-Gallego, J. (2018). Place branding: revealing the neglected role of agro food products. International Review on Public and Nonprofit Marketing, 15(4), 497–530.

Ranjithkumar, A. (2026). Participatory Rural Appraisal as a Methodology for Social Justice Research: Lessons From Panchayati Raj Institutions in India. In Innovative Approaches to Social Research Challenges.

Siti Jubaedah, Otto Fajarianto, & Dedet Erawati. (2021). PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN KEUANGAN PADA USAHA BOCA TANI. Abdimas Awang Long, 4(2), 45-50. https://doi.org/10.56301/awal.v4i2.212

Tadesse, B., & Bekele, K. (2022). Scope of vegetable and root crops value chain in Ethiopia. Journal of Agriculture and Food Research, 10.

Thamrin, H., Fajarianto, O., & Ahmad, A. (2021). PELATIHAN PEMROGRAMAN CSS DAN HTML DI SMK AVICENA. Abdimas Awang Long, 4(1), 51-60. https://doi.org/10.56301/awal.v4i1.125

Wulandari, S., Aghnia Dian Lestari, Fajarianto, O., & Pratiwi Kartika Sari. (2022). OPTIMALISASI FITUR AUTOCRAT GOOGLE SHEET UNTUK MEMBUAT E-CERTICATE PADA SEKOLAH. Abdimas Awang Long, 5(2), 43-48. https://doi.org/10.56301/awal.v5i1.438

Published
2026-06-30
How to Cite
Al-Farisi, M. A., Yessy Artanti, Maula, F. I., & Prasetyaningtyas, Y. N. (2026). Penguatan Rantai Nilai Industri Hasil Tembakau melalui Place Branding: Pendampingan Berbasis Komunitas Kabupaten Ngawi. Abdimas Awang Long, 9(2), 462-473. https://doi.org/10.56301/awal.v9i2.2229