CALCULATION OF FINANCIAL LOSSES IN VILLAGE CREDIT INSTITUTIONS: THE AUTHORITY OF THE REGIONAL INSPECTORATE FROM AN ADMINISTRATIVE LAW PERSPECTIVE
Abstract
One of the important principles of good governance is transparent and accountable state financial management. Deviations in financial management can cause state financial losses that can disrupt state stability and reduce public trust. The authority to calculate and determine state financial losses is constitutionally vested in the Supreme Audit Agency (BPK). However, in the practice of regional governance, the Government Internal Supervisory Apparatus, in this case the Regional Inspectorate, is also involved in the audit process related to indications of state financial losses. The problem becomes more complex when this authority is applied to Village Credit Institutions (Lembaga Perkreditan Desa), which are customary financial institutions in Bali Province. This study aims to analyze the concept of state financial losses from an administrative law perspective and examine the authority of the Regional Inspectorate in calculating losses at Village Credit Institutions. The method used in this study is a normative legal research method with a statutory regulatory approach and a conceptual approach. The legal materials used include statutory regulations, legal literature, and relevant scientific articles. The research results indicate that the Regional Inspectorate has the authority to conduct audits and calculate indications of losses as part of the government's internal oversight function, but the authority to determine final state financial losses remains with the Supreme Audit Agency (BPK). Therefore, clarity in the regulation of authority is needed to avoid overlapping authority between supervisory institutions.
Downloads
References
Adnyani, N. K. S. (2018). Pelayanan sektor publik terkait pengaturan administrasi kependudukan tentang identitas anak dengan pemberlakuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(2), 200–203.
Adnyani, N. K. S. (2021a). Hukum pemerintahan daerah dalam perspektif kajian pengelolaan potensi lokal. PT RajaGrafindo Persada.
Adnyani, N. K. S. (2021b). Kewenangan diskresi Kepolisian Republik Indonesia dalam penegakan hukum pidana. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(2), 135–144. https://doi.org/10.23887/jiis.v7i2.37389
Adnyani, N. K. S. (2021c). Pengakuan atas kedudukan dan keberadaan masyarakat hukum adat kajian pengaturan subak dalam perspektif hukum negara. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(2), 463–473. https://doi.org/10.23887/jpku.v9i2.34149
Adnyani, N. K. S. (2023). Hukum pemerintahan daerah. PT RajaGrafindo Persada.
Adnyani, N. K. S. (2024). Hukum pemerintahan daerah dalam dimensi ruang dan waktu. CV Media Educations.
Adnyani, N. K. S., Eka, D. A., & Landrawan, I. W. (2025). Penyelenggaraan otonomi daerah berbasis elektronik mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Kabupaten Buleleng. Jurnal Media Informatika, 6(2), 811–822. https://doi.org/10.55338/jumin.v6i2.4814
Adnyani, N. K. S., Hartono, M. S., Parwati, N. P. E., & Salles, S. (2024). The constitutional law in contemporary times: Comparison of India and Indonesia. Jurnal Suara Hukum, 6(2), 385–412. https://doi.org/10.26740/jsh.v6n2.p385-412
Adnyani, N. K. S., Landrawan, I. W., & Agustini, D. A. E. (2024). Regulating constitutional complaint cases is the authority of the Constitutional Court. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(1), 171–185. https://doi.org/10.21831/jc.v21i1.66414
Adnyani, N. K. S., Suryana, K. D., Wiratini, N. M., Dantes, K. P. K. F., & Tee-Anastacio, P. A. D. (2025). Integrating state sovereignty and international obligations: A comparison of Indonesian and Philippine international law into domestic constitutional systems. Lampung Journal of International Law, 7(2), 119–134. https://doi.org/10.25041/lajil.v7i2.4909
Adnyani, N. K. S., Yudiawan, I. D. G. H., & Hadi, I. G. A. A. (2025). Hukum administrasi negara dan tata kepemerintahan yang baik (good governance) legal phenomena in public space. Rajawali Pers.
Asrini, N. K. P., & Adnyani, N. K. S. (2023). Penyelenggaraan otonomi daerah dan dinamika pengakuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan pariwisata budaya. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 11(3), 83–102.
Fajar Pradnyana, I., & Parsa, I. (2021). Kewenangan BPK dan BPKP dalam menentukan kerugian keuangan negara pada perkara korupsi. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 10(2), 344–356. https://doi.org/10.24843/JMHU.2021.v10.i02.p11
Kuswandari, D. T., & Umara, N. S. (2025). Pemenuhan unsur kerugian keuangan negara sebagai dasar pembuktian pada proses penetapan tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi (Studi putusan praperadilan Nomor 113/Pid.Pra/2024/Jkt.Sel). Journal of Contemporary Law Studies, 295–308.
Lii, R. A., Wokas, H. R., & Suwetja, I. G. (2025). Analisis kewenangan dan bentuk pengawasan inspektorat oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara. Riset Akuntansi dan Portofolio Investasi, 439–446. https://doi.org/10.58784/rapi.370
Marzuki, P. M. (2019). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Prenadamedia Group.
Naue, A. P., Putranto, A. C., & Triadi, I. (2025). Peran pengawasan internal dalam menemukan dan mencegah kerugian keuangan negara perspektif penemuan hukum di Indonesia dan negara ASEAN. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9381–9407. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2666
Nurfalah, M. A., & Kartikasari, L. (2026). Optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dalam mencegah potensi kerugian keuangan negara/daerah (Studi kasus Inspektorat Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Acitya Ardana, 82–95.
Pemerintah Provinsi Bali. (2017). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa. Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2017 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor 3.
Pemerintah Provinsi Bali. (2022). Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 186/03-0/HK/2022 tentang Penerima Hibah Modal Pertama Lembaga Perkreditan Desa kepada Desa Adat.
Piadnyan, K. B., Budiartha, I. N., & Arini, D. G. (2020). Kedudukan hukum Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dalam sistem lembaga keuangan mikro. Jurnal Analogi Hukum, 2(3), 378–382. https://doi.org/10.22225/ah.2.3.2020.378-382
Pradana, N. A., Subekti, A., & Prakoso, C. H. (2019). Kewenangan lembaga hukum dalam menentukan besaran kerugian dan pengembalian keuangan negara hasil tindak pidana korupsi. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 137–146.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4654. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4890. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2014a). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2014b). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601.
Susila, I. N. (2023). Urgensi penguatan pengawasan terhadap pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa di Bali. Pariksa: Jurnal Hukum Agama Hindu, 61–70.
Wirabuana, Z., Nirahua, S., & Bakarbessy, A. (2024). Kewenangan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dalam menyatakan kerugian keuangan negara. MATAKAO Corruption Law Review, 1(1), 51–66. https://doi.org/10.47268/matakao.v1i1.9
Copyright (c) 2026 I Wayan Widiastina; Ni Ketut Sari Adnyani; Komang Febrinayanti Dantes

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




