ANALISIS HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN/ATAU DEGRADASI LINGKUNGAN

  • Gregorius Ricky Yulianto Muhammadiyah University of East Kalimantan, Samarinda, Indonesia
  • Sunariyo Sunariyo Muhammadiyah University of East Kalimantan, Samarinda, Indonesia
  • Aulia Vivi Yulianingrum Muhammadiyah University of East Kalimantan, Samarinda, Indonesia
Keywords: Environmental Crime, Corporate Criminal Liability, Hazardous and Toxic Waste (B3)

Abstract

Environmental pollution and/or environmental degradation caused by corporations constitutes a serious challenge in law enforcement in Indonesia. The case involving PT Indominco Mandiri in Santan Village, Kutai Kartanegara, concerning the unauthorized dumping of hazardous and toxic waste (B3), as adjudicated in Decision Number 526/Pid.Sus-LH/2017/PN.Trg, reveals persistent deficiencies in the application of corporate criminal liability. Although such liability has been normatively regulated under Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management, its enforcement in practice remains suboptimal in generating deterrent effects and ensuring sustainable environmental protection. Accordingly, this study is undertaken to provide an in-depth examination of the application of criminal law to corporate environmental offenses. This research employs a normative juridical method, utilizing both a statutory approach and a case approach. The data consist of primary, secondary, and tertiary legal materials, which are analyzed qualitatively. The statutory approach involves an examination of the provisions set forth in Law Number 32 of 2009, particularly those concerning corporate criminal liability, while the case approach focuses on the judicial analysis of the decision involving PT Indominco Mandiri. The findings indicate that the court applied Article 104 in conjunction with Article 116 of Law Number 32 of 2009 in establishing corporate criminal liability. However, the sanction imposed, namely a fine of IDR 2,000,000,000, is deemed insufficient to produce an optimal deterrent effect and does not reflect a progressive approach to environmental law enforcement. Furthermore, challenges persist in proving corporate fault (mens rea), alongside a tendency to prioritize financial penalties over custodial sanctions against corporate executives, and a lack of integration among criminal, administrative, and civil enforcement mechanisms. Therefore, strengthening legal instruments is necessary, including the imposition of additional criminal sanctions such as license revocation and the enforcement of personal liability against corporate managers. In addition, the integration of repressive and restorative approaches should be prioritized to ensure legal accountability while simultaneously facilitating environmental restoration.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, R. (2021). Kecenderungan hakim dalam menjatuhkan sanksi terhadap korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 8(1), 45–67.

Amin, M. (2018). Pertanggungjawaban pidana korporasi melalui pendekatan strict liability dan vicarious liability dalam tindak pidana lingkungan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 25(2), 210–230.

Arief, B. N. (2008). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan kejahatan. Kencana Prenada Media Group.

Arief, B. N. (2014). Bunga rampai kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Kencana.

Arief, B. N. (2017). Perbandingan hukum pidana (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2020). Hukum lingkungan: Paradigma baru penegakan hukum. Sinar Grafika.

Faure, M., & Heine, G. (2005). Environmental criminal law in the European Union. Journal of Environmental Law, 17(2), 175–210.

Fitriani, R. (2021). Pembuktian unsur kesalahan dalam tindak pidana lingkungan: Perspektif strict liability. Jurnal Rechts Vinding, 10(2), 189–205.

Friedman, L. M. (2009). Sistem hukum: Perspektif ilmu sosial. Nusa Media.

Hamzah, A. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Harefa, B., & Nashir, M. (2025). Optimalisasi penegakan hukum lingkungan di Indonesia: Evaluasi terhadap penerapan sanksi maksimal. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 55(1), 112–130.

Hiariej, E. O. S. (2014). Pertanggungjawaban pidana korporasi. Cahaya Atma Pustaka.

Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-prinsip hukum pidana. Cahaya Atma Pustaka.

Hiariej, E. O. S. (2018). Teori dan hukum pembuktian. Erlangga.

Jaringan Advokasi Tambang. (2020). Membunuh sungai: Bagaimana pertambangan batubara PT Indominco Mandiri meninggalkan warisan maut dan meracuni air Sungai Palakan-Santan di Kalimantan Timur.

Khanna, V. S. (1996). Corporate criminal liability: What purpose does it serve? Harvard Law Review, 109(7), 1477–1534.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Lestari, H., & Barthos, M. (2020). Penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam kasus dumping limbah B3 oleh PT Indominco Mandiri. CONSTITUTUM Jurnal Ilmiah Hukum, 3(2), 88–102.

Mardiya, S. (2018). Inkonsistensi penerapan norma hukum pidana lingkungan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan, 4(2), 150–168.

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Muladi. (2002). Demokratisasi, hak asasi manusia, dan reformasi hukum di Indonesia. The Habibie Center.

Muladi. (2012). Kapita selekta sistem peradilan pidana. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Pengadilan Negeri Tenggarong. (2017). Putusan Nomor 526/Pid.Sus-LH/2017/PN.Trg.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Prabudy, A., Wibowo, H., & Suryanto, A. (2021). Keadilan restoratif dalam penegakan hukum lingkungan: Sebuah pendekatan baru. Jurnal Hukum Ius Constituendum, 6(1), 45–62.

Putra, A. Y., Saipudin, L., & Taufan, M. (2025). Efektivitas sanksi denda terhadap korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 11(1), 78–95.

Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Genta Publishing.

Rohmat, S., & Aminudin, A. (2025). Integrasi sanksi pidana, administratif, dan perdata dalam penegakan hukum lingkungan. Jurnal Rechtsstaat, 12(1), 55–72.

Saleh, R. (2009). Segi lain hukum pidana. Ghalia Indonesia.

Saragih, B. (2021). Perkembangan hukum pidana korporasi di Indonesia: Antara teori dan praktik peradilan. Jurnal Hukum dan Keadilan, 9(2), 123–140.

Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.

Soemitro, R. H. (2010). Metodologi penelitian hukum dan jurimetri. Ghalia Indonesia.

Sudarto. (2010). Hukum pidana I. Yayasan Sudarto.

Suteki, & Taufani. (2018). Metodologi penelitian hukum (filsafat, teori, dan praktik). Rajawali Pers.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Waluyo, B. (2016). Penegakan hukum di Indonesia. Sinar Grafika.

Yulianingrum, A. V., & Oktaviani, D. (2022). Sanksi tambahan sebagai instrumen pemulihan lingkungan dan penguatan efek jera. Jurnal Hukum Positum, 7(1), 34–50.

Published
2026-06-25
How to Cite
Yulianto, G. R., Sunariyo, S., & Yulianingrum, A. V. (2026). ANALISIS HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN/ATAU DEGRADASI LINGKUNGAN. Collegium Studiosum Journal, 9(1), 35-41. https://doi.org/10.56301/csj.v9i1.2161