LEGAL CERTAINTY OF THE MEANING OF STRATEGIC DECISIONS IN LIMITING THE AUTHORITY OF THE REGENT'S EXECUTING DUTIES IN THE FIELD OF PERSONNEL AFFAIRS

  • Ni Nyoman Inda Yunita Nadia In Putri Faculty of Law, Legal Department, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Siti Kotijah Faculty of Law, Legal Department, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Ine Ventyrina Faculty of Law, Legal Department, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Warkhatun Najidah Faculty of Law, Legal Department, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Legal Certainty, Strategic Decisions, Acting Regent

Abstract

This study analyzes the legal certainty of the meaning of strategic decisions in limiting the authority of the acting regent in the field of personnel. The research method used is doctrinal research with a statutory approach and a case approach. The results of the study indicate that legal certainty regarding the meaning of "strategic decisions" has not been adequately realized even though it has been regulated in Article 14 verse (7) of Law Number 30 year 2014 concerning Government Administration and SE BKN Number 1/SE/1/2021, because these regulations are still abstract and multi-interpretable without clear definitions, criteria, and parameters. Strategic decisions in the field of personnel which include the appointment, transfer, and dismissal of employees are the authority of definitive officials, not acting officials who only obtain authority through mandates for routine tasks. This unclear legal meaning creates uncertainty in the practice of regional government administration and has the potential to harm the rights of civil servants.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, F., & Kurnia, F. R. (2019). Tinjauan yuridis kewenangan pejabat sementara (Pjs) kepala daerah pada masa cuti kampanye kepala daerah petahana. Jurnal Manajemen Pemerintahan, 11(2), 108-120.

Basah, S. (1989). Hukum acara pengadilan dalam lingkungan peradilan administrasi (HAPLA). Jakarta: Rajawali Pers.

Deliarnoor, N. A. (2015). Problematika pelaksana tugas (Plt) dalam masa transisi pemerintahan (pra dan pasca pilkada serentak). Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(2), 324-340.

Dharma, A. E. M. (2025). Sanksi administratif terhadap bupati/walikota dalam rangka pengawasan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah [Doctoral dissertation]. Universitas Andalas.

Hadjon, P. M. (1994). Fungsi normatif hukum administrasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih [Pidato penerimaan jabatan guru besar]. Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Indroharto. (2005). Usaha memahami undang-undang tentang peradilan tata usaha negara buku II beracara di pengadilan tata usaha negara. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Isvardo, E. G. (2022). Kewenangan pelaksana tugas (Plt.) bupati/walikota dalam sistem pemerintahan daerah berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah [Doctoral dissertation]. Ilmu Hukum.

Langoday, T. O., Wahyuningrum, C., & Lay, A. S. Y. (2023). Teori pengambilan keputusan bisnis: Pengantar untuk calon manajer hebat di era global. Sonpedia Publishing Indonesia.

Manan, B. (1985). Sistem dan teknik pembuatan peraturan perundang-undangan tingkat daerah. Bandung: LPPM Unisba.

Manengkey, M. F. (2015). Kewenangan pejabat sementara (Pjs) gubernur dalam menetapkan keputusan tata usaha negara. Lex Administratum, III(6), 1-10.

Marbun, S. F. (1997). Peradilan administrasi dan upaya administratif di Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Marzuki, P. M. (2008). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Kencana.

Muhdar, M. (2019). Penelitian doctrinal dan non-doktrinal: Pendekatan aplikatif dalam penelitian hukum. Samarinda: Mulawarman University Press.

Mujiburohman, D. A. (2019). Penegakan hukum penertiban & pendayagunaan tanah terlantar. Yogyakarta: STPN Press.

Mujiburohman, D. A. (2022). Hukum acara peradilan tata usaha negara.

Pakaya, S. (2020). Manajemen strategi. Cahaya Arsh Publisher.

Paus, S. P., Markus, D. P., & Kirana, A. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak pegawai negeri sipil dalam sistem kepegawaian Indonesia. Media of Law and Sharia, 6(2), 1-15.

Pebrianti, T., Samsuddin, H., Kusumastuti, S. Y., Hatma, R., Permatasari, A. H., Liana, W., & Gaspersz, V. (2024). Buku ajar teori pengambilan keputusan. Sonpedia Publishing Indonesia.

Pramudana, I., & Perdana, S. (2023). Analisis kewenangan pelaksana tugas kepala daerah menurut undang-undang nomor 23 tahun 2014. EduYustisia, 2(1), 17-30.

Rahardjo, S. (2012). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ridwan HR. (2006). Hukum administrasi negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Kotijah, S. (2021). Buku ajar hukum administrasi negara dalam paradigma UU cipta kerja. Samarinda: Pustaka Ilmu.

Suyatno. (2022). Analisa perlindungan data pribadi pengguna fintech berdasarkan pendekatan yuridis normatif di Indonesia. YUME: Journal of Management, 5(3), 485-495.

Triwahyuni, D., & Fuqoha. (n.d.). Efektivitas jabatan pejabat pelaksana tugas (PLT) dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jurnal Administrasi Negara, 3(2), 35-50.

Triwulan, T., & Widodo, I. G. (2011). Hukum tata usaha negara dan hukum acara peradilan tata usaha negara Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Zaman, N. (2022). Konstitusi dalam perspektif politik hukum. Surabaya: PT. Scopindo Media Pustaka.

Published
2026-04-06
How to Cite
Putri, N. N. I. Y. N. I., Kotijah, S., Ventyrina, I., & Najidah, W. (2026). LEGAL CERTAINTY OF THE MEANING OF STRATEGIC DECISIONS IN LIMITING THE AUTHORITY OF THE REGENT’S EXECUTING DUTIES IN THE FIELD OF PERSONNEL AFFAIRS. Awang Long Law Review, 8(3), 763-770. https://doi.org/10.56301/awl.v8i3.2055