DISHARMONY IN THE REGULATION OF MORTGAGE EXECUTION IN THE PROCESS OF DEBT PAYMENT OBLIGATION SUSPENSION AND BANKRUPTCY

  • Fidji Muhammad Sobar Faculty of Law, Universitas Pakuan, Kota Bogor, Indonesia
  • Yeni Nuraeni Faculty of Law, Universitas Pakuan, Kota Bogor, Indonesia
  • Eka Ardianto Iskandar Faculty of Law, Universitas Pakuan, Kota Bogor, Indonesia
Keywords: PKPU, secured creditors, mortgage rights, legal certainty, insolvency law, harmonization

Abstract

Suspension of Debt Payment Obligations (PKPU) under Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and PKPU is designed as a legal mechanism to facilitate fair and efficient debt restructuring while preventing business collapse. PKPU grants a temporary moratorium of up to 270 days for debtors to propose a composition plan to creditors. However, a normative conflict arises between the rights of secured creditors under Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights and the provisions of the Bankruptcy/PKPU Law. Article 6 of the Mortgage Law authorizes first-ranking mortgage holders to execute collateral through auction upon debtor default, whereas Article 245 of the Bankruptcy/PKPU Law restricts debt payments, including proceeds from collateral execution, prior to the approval of a composition plan (homologation) or a declaration of bankruptcy, except on a proportional basis to all creditors. This study employs normative juridical research using statutory, conceptual, and case approaches to analyze the disharmony between these regulations and its implications for legal certainty. The findings indicate that the suspension of execution rights during PKPU creates uncertainty and weakens the position of secured creditors, potentially conflicting with the principle of material security rights. Therefore, regulatory harmonization is necessary to balance the protection of secured creditors’ rights with the restructuring objectives of PKPU, thereby ensuring legal certainty and fairness within Indonesia’s insolvency framework.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfany, U. S. (2023). Penerapan asas paritas creditorium terhadap kreditor konkuren ditinjau dari perlindungan hak kreditor dalam hukum kepailitan. Paugeran Law Review. https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/plr/article/view/11330

Ang, I., & Lie, G. (2025). Penundaan kewajiban pembayaran utang dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 7990–7998. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2957

Bachar, D. (1995). Eksekusi putusan perkara perdata: Segi hukum dan penegakan hukum (Edisi revisi). Akademika Pressindo.

Fauzi, A., & Prabowo, T. (2021). Kedudukan kreditor separatis dalam kepailitan terkait hak eksekusi jaminan. Jurnal Ius Civile, 5(1), 45–60. https://jurnal.utu.ac.id/jcivile/article/view/4123

Gaol, L. C. P., & Sinaga, M. (2025). Prinsip hukum kepailitan di Indonesia. Jurnal Hukum Justice. https://ejournal.ust.ac.id/index.php/JHJ/article/view/6218

Handoko, P. (2006). Kepastian hukum hak tanggungan dalam pelunasan kredit bank. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 11(2). https://doi.org/10.30742/perspektif.v6i2.528

Hariansyah, M. R., & Harun, M. (2024). Parate executie hak tanggungan (Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor: 561/Pdt.G/2019/PN Jkt.Utr). Jurnal Muamalah, 10(2), 164-176.. https://doi.org/10.19109/muamalah.v10i2.26278

Hartini, R. (2008). Hukum kepailitan edisi revisi berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. UPT Percetakan Universitas Muhammadiyah.

Hutagaol, P., & Habeahan, B. (2024). Analisis yuridis perlindungan kreditur konkuren dalam proses kepailitan berdasarkan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004. Judge: Jurnal Hukum. https://journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/1894

Ibrahim, J. (2007). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Jamilus. (2017). Persoalan dalam pelaksanaan eksekusi sertifikat dan hak tanggungan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(3), 283–299. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.283-299

Muis, I. F., Ikhwansyah, I., & Handayani, T. (2022). Kedudukan kreditur separatis terkait jaminan hak tanggungan dalam boedel pailit debitur. Jurnal Hukum Positum, 3(2). https://doi.org/10.23920/jphp.v3i2.784

Muljadi, K. (1998). Restrukturisasi utang, kepailitan dalam hubungannya dengan perseroan terbatas [Makalah seminar]. Seminar PKPU sebagai Sarana Menangkis Kepailitan dan Restrukturisasi Perusahaan, Jakarta, Indonesia.

Mulyadi, L. (2010). Perkara kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU): Teori dan praktik. Alumni.

Pandiangan, M. A., Widarto, J., Kantikha, I. M., Judge, Z., & Elawati, T. (2025). Analisis yuridis perlindungan hukum terhadap bank selaku kreditur separatis dalam pelaksanaan eksekusi hak tanggungan. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 2(2), 253–266. https://doi.org/10.63821/ash.v2i2.486

Putri, K. A. A., & Rudy, D. G. (2022). Akibat hukum kepailitan debitur terhadap hak eksekusi benda jaminan oleh kreditur separatis pemegang hak tanggungan. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 10(11). https://doi.org/10.24843/KS.2022.v10.i11.p14

Putro, A. (2023). Perlindungan hukum kreditur separatis pemegang hak tanggungan dalam perkara kepailitan. Notarius, 16(2). https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.44840

Republik Indonesia. (1996). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3632.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4443.

Sanjaya, U. H. (2014). Penundaan kewajiban pembayaran utang dalam hukum kepailitan. NFP Publishing.

Saud, A. S. Y. (2022). Penangguhan eksekusi hak kreditor separatis menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004. Lex Privatum, 10(1),79-89. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view

Silalahi, U., & Claudia, C. (2020). Kedudukan kreditor separatis atas hak jaminan dalam proses kepailitan. Masalah-Masalah Hukum, 49(1), 35–47. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.35-47

Sjahdeini, S. R. (2009). Sejarah, asas dan teori hukum kepailitan: Memahami Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan. Pustaka Utama Grafiti.

Soekanto, S. (1986). Pengantar penelitian hukum. UI-Press.

Subhan, M. H. (2009). Hukum kepailitan: Prinsip, norma, dan praktik di peradilan. Kencana.

Sularto. (2012). Perlindungan hukum kreditur separatis dalam kepailitan. Mimbar Hukum, 24(2). https://doi.org/10.22146/jmh.16128

Suryadi, I. M. A. P., & Marwanto. (2013). Pengaturan eksekusi barang jaminan melalui undang-undang hak tanggungan. Kertha Semaya: Jurnal Ilmu Hukum, 1(12).

Syarief, M., Marzuki, M., & Faisal, M. (2022). Analisis yuridis manfaat pelaksanaan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) bagi debitur dan kreditur. Jurnal Ilmiah METADATA, 6(1), 242-254.https://doi.org/10.47652/metadata.v6i1.479

Tandra, S. (2022). Hukum kepailitan: Kertas kerja kurator dan pengurus. Laksbang Pustaka.

Wahyuni, S., & Siregar, R. (2020). Penangguhan eksekusi jaminan kebendaan dalam proses kepailitan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 9(2), 155–170. https://doi.org/10.25216/jhp.9.2.2020.155-170

Yolanda, N. (2013). Analisis yuridis hak kreditor separatis pemegang hak tanggungan dalam kepailitan. Jurnal Litigasi, 14(2). https://doi.org/10.23969/litigasi.v14i2.86

Yuristian, A. (2022). Hak Kreditor Separatis Dalam Mengeksekusi Jaminan Kebendaan Dari Debitor Pailit yang Berasal Dari PKPU. Jurist-Diction, 5(6), 2051–2068.https://doi.org/10.20473/jd.v5i6.40066

Yustisia, A. D., Emirzon, J., & Utama, M. (2022). Tanggung jawab hukum kreditor separatis atas penjualan harta debitor dalam penundaan kewajiban pembayaran utang. Lex Lata, 7(2), 40-49. https://doi.org/10.28946/lexl.v7i2.3765

Zai, N. A., Marniati, F. S., & Sahril, I. (2024). Kepastian hukum eksekusi jaminan hak tanggungan atas perjanjian kredit terkait gugatan debitur. Yustisi, 13(1). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.22657

Published
2026-04-07
How to Cite
Muhammad Sobar, F., Nuraeni, Y., & Ardianto Iskandar, E. (2026). DISHARMONY IN THE REGULATION OF MORTGAGE EXECUTION IN THE PROCESS OF DEBT PAYMENT OBLIGATION SUSPENSION AND BANKRUPTCY. Awang Long Law Review, 8(3), 777-786. https://doi.org/10.56301/awl.v8i3.2105